Kemampuan Yang Harus Dimiliki HRD

By | March 28, 2014

Ketika mewawancarai calon karyawan, seorang staf HRD harus mengikuti sejumlah prosedur baku untuk menguji kandidat tersebut. Antara lain dengan mencocokkan keahlian-keahlian yang dimiliki oleh kandidat, berikut karakteristik personalnya dengan persyaratan yang dibutuhkan untuk posisi pekerjaan yang akan ditempatinya.

Menguji untuk mendapatkan orang yang paling tepat untuk mengisi jabatan tertentu hanyalah salah satu dari keterampilan yang harus dimiliki oleh seorang professional di Departemen HRD. Pada dasarnya ada 9 keterampilan yang harus selalu di update oleh orang HRD agar senantiasa siap menjalankan peran dan fungsinya sebagai mitra strategis bagi bisnis dalam mengelola karyawan. Keterampilan tersebut yakni :

– Organization
Manajemen HRD memerlukan langkah-langkah pendekatan. Data-data yang rapi, kemampuan mengelola waktu dengan baik, efisiensi personal, merupakan hal-hal yang mendasar dalam fungsi HRD. Sebagai pimpinan atau pun staf HR, anda berurusan dengan kelangsungan hidup dan karier orang banyak.
Ketika seorang manajer lini meminta data personal seorang karyawan, atau meminta rekomendasi mengenai kompensasi yang sesuai dengan organisasi maupun industrinya, anda tak bisa dengan enaknya mengatakan,”Tunggu ya, aku lihat dulu ada apa enggak”.

– Multitasking
Menjadi orang HRD harus punya banyak”tangan”. Pada menit ini anda menghadapi karyawan yang sedang “curhat” tentang masalah pribadinya. Menit berikutnya membereskan klaim biaya meeting yang diajukan karyawan lain. Dan pada menit yang lain, lagi memikirkan strategi rekrutmen yang tepat untuk situasi sekarang. Berbagai prioritas dan kebutuhan bisnis bergerak dan berubah dengan cepat. Klien A tidak mungkin menunggu dengan alasan bahwa anda sedang sibuk dengan kolega B. Anda harus bisa menghandle semua.

– Di scretion and Business Ethics
Profesional HR adalah hati nurani perusahaan. Disamping juga penjaga kerahasiaan informasi. Seiring anda melayani top management, anda juga harus memastikan bahwa karyawan juga tetap berhak memiliki privasi yang terjaga.

– Dual Focus
Profesional HRD harus mampu berdiri di tengah – tengah antara kepentingan dan kebutuhan karyawan dan manajemen. Ada saat ketika anda harus mengambil keputusan untuk melindungi karyawan, dan pada saat yang lain anda akan dihadapkan pada panggilan untuk melindungi organisasi, budaya dan nilai-nilainya. Dengan posisi ini, anda akan mudah disalahpahami, dan kuncinya ada pada komunikasi.

– Employee Trust
Karyawan berharap pada orang HRD untuk membela kepentingan mereka. Tapi anda juga dituntut untuk mendukung setiap kebijakan dari Top Manajemen. Dengan menyeimbangkan antara dua kutub yang sama-sama menarik tangan anda itu. Maka, anda akan mendapatkan kepercayaan.

– Fairness
Komunikasi yang jelas, saluran aspirasi yang tersedia, adanya kesempatan bagi semua orang untuk mengemukakan pendapatnya, aturan yang ditegakkan dengan konsisten, mengembangkan sikap saling menghargai. Itulah hal-hal yang harus dijaga untuk menciptakan suasana keterbukaan di kantor.

– Dedication to Continuous Improvement
Profesional HRD harus selalu siap membantu manajer mendampingi dan mengembangkan karyawan di lini masing-masing. Dengan begitu, kemajuan dan inovasi bisa berkelanjutan. Dan jika perlu dibarengi dengan pemanfaatn teknologi untuk meningkatkan fungsi HRD sendiri.

– Strategic Orientation
Berpikir kedepan adalah bagian dari peran kepemimpinan dan strategi manajemen yang dimiliki orang HRD. Mengisi kebutuhan perusahaan akan tenaga kerja berkualitas, merancang skema penggajian yang baik, memberi pelatihan kepada karyawan untuk mendukung pertumbuhan bisnis merupakan perwujudan dari ungkapan yang sudah sering anda katakana dimana-mana bahwa,”Karyawan adalah aset penting”.

– Team Orientation
Dalam dunia bisnis saat ini, tim adalah raja. Manajer HRD harus senantiasa memahami dinamika tim yang ada. Dan melakukan upaya untuk menjaga semangat kebersamaan dan membuat tim bekerja dengan baik

wahyuku

Leave a Reply