Macam Macam Tes Kepribadian dan Fungsinya

By | August 13, 2016

tes kepribadian oke

Tes Kepribadian – Kepribadian menurut Allport adalah suatu organisasi yang dinamis yang berada dalam individu dari sistem psikofisik yang men- ciptakan pola karakteristik individu dalam berperilaku berpikir dan merasakan. Kepribadian adalah sesuatu yang memberi tata tertib dan keharmonisan terhadap segala macam tingkah laku berbeda-beda yang dilakukan oleh individu. Tes Kepribadian

Kepribadian mencakup usaha-usaha menyesuaikan diri yang beraneka ragam namun khas yang dilakukan oleh individu. Kepribadian merupakan istilah untuk menunjukkan hal-hal khusus tentang individu dan yang membedakannya dari semua orang lain, atau kepribadian merupakan hakekat keadaan manusiawi (Hall & Lindzey, 1993).

Tes kepribadian merupakan suatu alat ukur yang disusun untuk mengungkap kepribadian seseorang. Untuk menggunakan suatu alat ukur kepribadian perlu melihat landasan teoritisnya sehingga dapat menggunakan alat tersebut dengan tepat. Alat tes yang disusun untuk mengungkap kepribadian secara garis besar dapat di- kelompokkan berdasar : teknik pengungkapannya (proyektif dan non proyektif), bentuk alat (verbal dan non verbal). Tes kepribadian yang menggunakan teknik proyektif sering disebut tes proyektif.

  1. Tes proyektif

Proyeksi merupakan suatu proses pelampiasan dorongan, perasaan dan sentimen seseorang keluar melalui suatu media sebagai suatu mekanisme pertahanan diri, proses tersebut terjadi tanpa disadari oleh yang bersangkutan. Adapun tes proyektif adalah alat ukur kepribadian yang dalam mengungkap kepribadian menggunakan media atau materi sebagai tempat untuk memproyeksikan dorongan, perasaan ataupun sentimen seseorang.

Ada dua macam tes proyektif yaitu yang berbentuk verbal dan non verbal. Tes proyektif verbal yaitu tes proyektif yang materinya maupun reaksi subyek dan instruksinya menggunakan bahasa, sehingga dalam tes ini dituntut suatu kemampuan bahasa (contohnya SSCT dan EPPS). Tes proyektif non verbal yaitu tes proyektif yang memakai bahasa hanya instruksinya (contohnya TAT, Rorschach, Tes Wartegg, Baum, DAM, HTP).

TAT (Thematic Apperception Test) disusun oleh Henry A. Murray dan pertama kali diterbitkan pada tahun 1935. Materinya berupa kartu yang bergambar sebanyak 19 kartu dan 1 kartu kosong. Pelaksanaan tes dapat berupa individual maupun klasikal. Yang diungkap oleh tes ini adalah inner world seseorang yaitu motif, kesadaran dan ketidaksadarannya.

Tes Rorschach dikembangkan oleh Hermann Rorschach. Ro menggunakan bercak tinta untuk alat bantu diagnosis kepribadian secara menyeluruh, diterbitkan pada tahun 1921. Materi terdiri atas 10 kartu, 5 buah diantaranya berwarna dan lainnya hitam putih. Langkah yang dilakukan untuk interpretasi adalah melalui skoring. Skoring didasarkan pada pengelompokan jawaban subyek dan dipilah menjadi 3 kategori utama yaitu : lokasi (bagian bercak mana yang digunakan untuk membuat jawaban), determinan (bagaimana seseorang melihat bercak) dan content (apa isi jawabannya).

Tes Wartegg merupakan tes yang disusun oleh Ehrig Wartegg, menggunakan psikologi gestalt. Pengertian kepribadian diartikan dalam segi praktis yaitu bagaimana kepribadian itu berfungsi atau bekerja dalam diri individu. Ada 4 fungsi dasar menurut Wartegg yang dimiliki oleh manusia dengan intensitas yang berbeda-beda. Keempat fungsi dasar tersebut adalah emosi, imajinasi, intelek dan aktivitas.

Tes grafis terdiri dari 3 buah tugas yaitu : gambar orang (DAP), gambar pohon (Tree test), gambar rumah, pohon dan orang (HTP). Prinsip dari tes ini adalah menggambarkan sesuatu obyek yang sangat dekat dengan dirinya, namun dibatasi dengan kaidah yang tidak terlalu mengikat.

  1. Tes non proyektif

Pada umumnya alat ukur kepribadian yang tidak menggunakan teknik proyektif menggunakan bentuk inventory. Pada jenis tes yang berbentuk inventory ini antara lain

  1. Sixteen PF (Sixteen Personality Factors Questionaire).

Disusun oleh Raymont B. Cattel. 16 PF mempunyai 5 macam bentuk yaitu A, B, C, D, E, tes ini dapat dikenakan untuk me- reka yang telah berusia 16 tahun ke atas. Bentuk A, B, C, D di- rancang untuk mereka yang tingkat pendidikan dan atau ke- mampuan membacanya rendah.

  1. NSQ (Neurotic Scale Questionaire)

Disusun oleh Ivan H. Scheier dan R. B. Cattel. Yang diungkap dalam tes ini adalah kecenderungan neurotik dan tingkat neu- rotiknya.

  1. MMPI (Minnesota Multiphasic Personality Inventory)

Disusun untuk mengungkap karakteristik umum dari abnor- malitas/ketidakmampuan psikologis. Inventory ini terdiri dari 550 pernyataan afirmative dengan pilihan respon benar, salah atau tidak dapat mengatakan, untuk individu berusia 16 tahun ke atas. Pernyataan item meliputi ; kesehatan, simtom psikoso- matis, gangguan neurologis. Gangguan motorik, seksual, reli- gius, politik, sikap sosial, pendidikan, pekerjaan, keluarga dan perkawinan serta manifestasi perilaku neurotik atau psikotik seperti obsesif kompulsif, delusi, halusinasi, fobia, sadistic dan masochis.

  1. CAQ (Clinical Analysis Questionaire)

Tes ini layak digunakan untuk usia remaja sampai dengan de- wasa dan akan menggambarkan kondisi klinis seseorang

  1. SSCT (Sach Sentence Completion Test)

Tes yang dikembangkan oleh David Sach, item-itemnya berjumlah 60 berbentuk kalimat belum selesai dan harus diselesaikan oleh testee dan dari respon testee akan dapat diketahui adanya ham- batan sosial dari individu dengan agens of relationnya yaitu ke- lompok atau situasi yang memiliki relasi dengan kehidupan individu.

DOWNLOAD EBOOK PANDUAN SKORING TES PSIKOLOGI

Leave a Reply