Memilih Home Schooling Atau Tidak

By | February 28, 2014
Uswatun Hasanah.S.Psi.M.Psi

Uswatun Hasanah.S.Psi.M.Psi

Konsultasi oleh Uswatun Hasanah.S.Psi.M.Psi, dosen Fakultas Psikologi Universitas Darul Ulum Jombang, direktur dan konsultan pendidikan anak, rekan ahli psikologi di beberapa lembaga, dan pernah menjadi pembicara di berbagai acara seminar, pelatihan dan talk show.

Tentang Uswatun HasanahEmail Uswatun Hasanah

Pertanyaan:

Kami mempunyai anak tunggal, laki-laki,namanya Muhammad Iqbal Irfani, saat ini berusia 16 tahun dan baru saja masuk sekolah di kelas 2 SMA Al Azhar Jurusan IPS. Ketika di kelas 1 di SMA yang sama, mempunyai beberapa teman akrab namun ketika kenaikan kelas karena teman-teman akrabnya masuk jurusan IPA, anak kami tsb merasa di kelas 2 jurusan IPS masih asing karena tidak ada lagi teman-teman akrabnya.

Baru-baru ini anak kami tsb menyampaikan kepada kami tentang keinginannya untuk ikut home schooling saja, dengan alasan agar lebih punya banyak waktu untuk bermain musik, olah raga. Menurut kami alasan tsb tidak tepat karena selama musim liburan anak kami tsb tidak juga berolah-raga dan bermain musik sekali-sekali saja, kebanyakan bermain game. Terus terang kami sudah sampaikan ke anak kami bahwa untuk home schooling kami tidak setuju, karena nanti sosialisasinya semakin kurang, apa lagi anak kami tsb tidak punya aktivitas lain selain belajar di sekolah.

Selama kelas 1 SMA yang lalu anak kami maunya hanya les privat di rumah untuk memperdalam pelajaran sekolah, kalau les di tempat kursus kelompok tidak mau, alasannya lebih banyak diajak ngobrol teman-temannya. Padahal menurut kami belajar di kursus kelompok akan lebih baik untuk berinteraksi dengan teman yang lain, pertanyaan kritis dari teman lain bisa menambah wawasan baru dan juga untuk bersosialisasi.

Mohon bantuan saran/pendapat agar anak kami lebih termotivasi belajarnya dan mau bersosialisasi. Lalu apakah home schooling lebih baik untuk anak kami?

Terima kasih atas perhatiannya.

Salam, (HS , 51, Karyawan)

Jawaban:

Terimakasih atas kepercayaan yang diberikan kepada kami. Pada masa usia 16th anak masih masa perkembangan yang disebut strom end stress masa yang penuh dengan kelabilan emosi. Masa ini anak mudah sekali terpengaruh oleh lingkungannya.

Masa dimana anak lebih suka ngegank atau membuat sekelompok seusianya, dan mengambil keputusan tanpa berpikir panjang. Hal yang tepat bagi putra anda adalah berikan pengarahan padanya. Ajak dia bicara lanyaknya teman dengarkan apa maunya tapi jelaskan pula akibatnya, ajak temannya yang dulu untuk juga turut serta membujuknya untuk tetap di sekolah tersebut sehingga anak dapat menerima masukan kita.

Home scoling bukan jalan yang tepat untuk sebuah pendidikan bagi anak yang tak memiliki kesibukan kerja seperti artis, tetap semangat, juga putus asa tanamkan keyakinan bahwa anda mampu meberikan arahan pada putra anda ini bekal penting untuk anda. Terimakasih demikian masukan dari saya semoga bermanfaat.

Powered by WPeMatico

Leave a Reply